Non-Responsive Feeding, Kenali Tanda-tandanya!

Saat memberikan makan bagi anak, orang tua sering merasa cemas mengenai apa yang perlu diberikan bagi anak. Namun, terkadang orang tua lupa memikirkan mengenai bagaimana cara memberikan makan bagi anak. 

Istilah responsive feeding mungkin sudah sering didengar oleh Moms & Dads. Responsive feeding merupakan metode pemberian makan bagi anak yang direkomendasikan oleh berbagai organisasi kesehatan, di antaranya World Health Organization (WHO), American Academy of Pediatrics, dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Pada responsive feeding, orang tua mengenali dan merespons secara tepat sinyal lapar dan kenyang anak. Orang tua menyediakan makanan bagi anak, dan anak menentukan seberapa banyak yang mau dimakan. Praktek responsive feeding mengajarkan anak untuk memiliki hubungan yang positif dengan makanan, tidak hanya di masa kanak-kanak, tetapi berlanjut sampai anak tumbuh dewasa.

Biasanya, saat mulai memberikan makanan pendamping ASI (MPASI), orang tua sudah memiliki idealisme dan ekspektasi tersendiri, misalnya anak makan lahap, anak menghabiskan makanan, anak suka sayuran, dan lain-lainnya. Sah-sah saja orang tua berharap yang baik bagi anaknya. Namun, saat ekspektasi tidak tercapai, orang tua dapat menjadi tidak responsif akan sinyal lapar kenyang anak dan memaksa anak untuk makan sesuai idealisme mereka.

Tanda-tanda non-responsive feeding dapat terlihat seperti ini:

  • Orang tua menentukan anak harus makan dan jumlah yang harus dihabiskan anak
  • Orang tua mengabaikan atau tidak memahami tanda-tanda yang diberikan anak
  • Orang tua tidak berinteraksi dengan anak pada waktu makan, misalnya orang tua sibuk menonton TV atau main handphone saat anak makan

Kalimat yang mengandung paksaan, seperti “Ayo makan 2 suap lagi, baru boleh selesai” menunjukkan bahwa anak dapat berhenti makan setelah orang tua mengizinkan dan bukannya karena anak sudah merasa kenyang. Anak jadi tidak mampu mengenali sinyal lapar kenyang internal yang ada dalam diri mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa perilaku non-responsive feeding, seperti misalnya memberikan terlalu banyak aturan, memberikan imbalan, atau memaksa anak makan, bisa menyebabkan anak makan berlebihan dan tidak dapat mengontrol porsi makannya. Dalam jangka panjang, hal-hal tersebut dapat mengakibatkan anak mengalami berat badan berlebih dan obesitas. Hubungan anak dengan makanan dapat menjadi negatif akibat non-responsive feeding.

Untuk mengubah pengalaman makan yang negatif, orang tua perlu membagun hubungan yang saling percaya dan menghargai dengan anak. Orang tua dapat menciptakan suasana makan yang nyaman, tanpa paksaan, dan orang tua menjadi role model untuk mengajarkan anak makan. Buatlah jadwal makan yang rutin serta luangkan waktu untuk duduk dan makan bersama dengan anak. Sebisa mungkin, hindari adanya distraksi saat makan sehingga orang tua dan anak sama-sama berfokus pada makanan dan dengan satu sama lain.

Ingat, Moms & Dads, setiap anak itu unik. Kecepatan pertumbuhan semua anak tidak sama. Ukuran tubuh, berat badan, tinggi badan anak dapat berbeda-beda, dipengaruhi oleh berbagai faktor. Tugas kita sebagai orang tua adalah mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak dengan kasih sayang.

Penulisan oleh: dr. Livia K. Saputra, M.Gizi

Referensi:

  1. American Academy of Pediatrics. (2021). Responsive Feeding.
  2. WHO Guideline for complementary feeding of infants and young children 6–23 months of age. Geneva: World Health Organization; 2023
  3. Black, M. M., & Hurley, K. M. (2017). Responsive feeding: Strategies to promote healthy mealtime interactions. In Complementary feeding: building the foundations for a healthy life (Vol. 87, pp. 153-165). Karger Publishers.
  4. Harbron, J., & Booley, S. (2013). Responsive feeding: establishing healthy eating behaviour early on in life. South African Journal of Clinical Nutrition, 26, S141-S149.
  5. Lindsay AC, Sitthisongkram S, Greaney ML, et al. (2017). Non-Responsive Feeding Practices, Unhealthy Eating Behaviors, and Risk of Child Overweight and Obesity in Southeast Asia: A Systematic Review. Int J Environ Res Public Health.
  6. Pérez-Escamilla R, Jimenez EY, Dewey KG. (2021). Responsive Feeding Recommendations: Harmonizing Integration into Dietary Guidelines for Infants and Young Children. Curr Dev Nutr.
  7. Milano K, Chatoor I, Kerzner B. (2019). A Functional Approach to Feeding Difficulties in Children. Curr Gastroenterol Rep.

Tinggalkan Komentar

Keranjang Belanja
Scroll to Top