Penyebab Anak Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Kenapa sih anakku susah makan?

Pertanyaan ini sering sekali ditanyakan orang tua ketika anak sedang sulit makan atau makan dalam jumlah yang sedikit. Walau sering ditanyakan, namun menjawabnya adalah tugas yang sangat sulit karena makan merupakan sebuah proses yang sangat kompleks. Idealnya, setiap keluhan ini perlu ditelusuri lebih lanjut dari berbagai aspek, sehingga dapat ditemukan sumber masalahnya dan ditangani dengan tepat.

 

Salah satu hal yang mempengaruhi keinginan anak untuk makan adalah tahapan tumbuh kembang anak. Selama tahun pertama kehidupan anak, rata-rata bayi mengalami peningkatan BB sebanyak 7 kg dan TB sebanyak 21 cm. Hal yang jauh berbeda dialami anak pada tahun ke 2 di hidupnya. Pada tahun ke 2, BB dan TB meningkat ‘hanya’ 2-3kg per tahun dan 12 cm per tahun. Antara tahun ke 2 sampai ke 5, penambahan berat badan semakin menurun. Keadaan ini merupakan hal normal dalam pertumbuhan anak. Sebagian besar anak mengalami peningkatan BB 1-2 kg per tahun dan TB 6-8 cm per tahun.

Seiring dengan pola kenaikan BB dan TB, anak pada usia diatas 1 tahun tampak mengalami penurunan nafsu makan. Keadaan ini sering salah dipahami orang tua sebagai tanda anak tidak mau makan, dan menimbulkan kepanikan karena BB dan TB anak tidak banyak meningkat. Padahal, ini merupakan hal yang wajar, pola pertumbuhan anak memang menjadi semakin menetap pada usia 2-5 tahun. Itulah sebabnya, asupan makan anak juga tampak sedikit dan nafsu makan anak menurun.

 

Lalu, bagaimana caranya mengetahui apakah penambahan berat badan anak kita cukup atau tidak? Kita dapat menggunakan tabel weight increment (penambahan berat badan) untuk mengetahui laju pertumbuhan anak. Tabel ini berisi rentang usia anak dan kelompok penambahan berat badan sesuai rentang usia tersebut. Rata – rata peningkatan berat badan yang disarankan dapat dilihat di kolom p50, sedangkan bila anak berada pada p5, maka kita harus waspada mengenai pertumbuhan anak. Kita perlu memahami bahwa pertumbuhan anak tidak hanya dilihat dari 1 waktu saja, namun perlu dievaluasi secara berkala.

 

 

Previous Post MPASI bukanlah sebuah awal anak mengenal makanan
Next Post Hari pertama MPASI tapi GTM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Your Cart

Cart is Empty
Updating Cart!
Admin kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanya kami apa saja!